Wednesday, April 26, 2006

Kalaupun suami mualaf dan orang kata KULUP !

... Ha..kat sinila peranan ibubapa tu penting..kalau dah tau anak perempuan dia nak kawin ngan mualaf,pastikanla dulu anak dia tu cukup ilmu di dada Takpun,bantula ...
lepas TU ! .


: Mualaf yang Kini Mubaligah Kondang 24 Jan 2005 - 8 ... ini kita ribut orang yang melakukan nikah dini, praktek poligami atau kawin mut'ah ...
... tp x seme la camni. ader jg yg leh jd ustaz @ ustazah setelah masok islam. dlm keluarga oldis sendiri ader mualaf. abg oldis kawin dgn pompuan cina. ...

... la ko nanti wahai sang suami. Cakap pasal kawin dgn Chinese ni,tak semua mualaf tu camtu. Saya ni advantage sbb husband masuk Islam ...

Cewek2 Indonesia jauh lebih berpendidikan dan tahu konsekwensinya kawin dgn ... Bung mualaf dan reggie masih betah juga disini...lumayan buat hiburan dan ...
Pelajaran Tentang Mahar (Mas Kawin) dari seorang Mu'alaf ... Kemarin, ada cerita tentang pernikahan seorang Mualaf dari Negeri Belanda (Erik Meijer) dengan ...

Abang ni dia mualaf kawin melayu, dia kerja manager kat satu bank orang kerja kat bank tu dengki buat dia sampai gila kena berenti kerja. ...
... From: mualaf yang ingin tahu Date: 06/02/2004. ... Aku anie maksudku kalau kawin anie ,kana bimbing bah…bukan aku saja dari a ke z membimbing kedidia….naluri ...

... nasi kapit kahwin ruponyo.... ... nasib baik kakak ipar kawe sedar...kawe ni mualaf kelate dio wat nasi kapit makey nge sambal daging.....nayo ko kawe maso tuuu... ... ... lepas tu atok bercerai, kahwin dengan Wan Juriah orang Senama Hilir, Nenek pulak Kahwin dengan guru silat pun ada, cina mualaf pun ada tah apa-apa tah. ...
... tah perasaan tunang bakas lakiku...hehehe ia yg kedua....perasan yey...tapi sasakku sikit lah pasal at least drg kan kawin dan kawin ...

... anak-anak mereka dijaga oleh ibu/bapa yang mualaf yang akhirnya balik ke agama ... islam atas dasar iman dan bukan kerana mahu kawin dgn org melayu. ...

Ulun Kawin Aja Bang Ai" .
ISAK tangis, teriakan histeris dan perasaan sedih mewarnai pengumuman hasil ujian akhir nasional (UAN) 2004 Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Madrasah Aliyah (MA) di daerah ini, kemarin (14/6).
Seorang siswa Madrasah Aliyah (MA) Barambai, Batola, tampak sedih karena dirinya dinyatakan tidak lulus UAN, yang mematok nilai minimal 4,01 untuk tiga mata pelajaran --Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
"Saya tidak lulus. Ulun handak kawin aja Bang ai," kata Nanang (sebut saja namanya begitu), saat ditemui BPost di penyeberangan feri Sei Gampa.
Namun, siswa MA Barambai itu enggan menyebutkan mata pelajaran apa yang membuat dia tidak lulus. Yang jelas ia mendapat pengumuman, namanya tercatat sebagai salah satu di antara 9 siswa di sekolahnya yang tidak lulus UAN.
Apakah kamu sungguh-sungguh ingin kawin? Nanang mencoba mengalihkan pembicaraannya. "Yang jelas ulun supan karena tidak lulus UAN," paparnya seraya mencoba tersenyum kecut.
Dia juga masih ragu apakah saat ujian susulan UAN bagi yang tak lulus pada 7 Juli 2004 nanti akan berhasil. "Supan Bang ai," ujarnya mengulangi ucapan.
Di SMK Negeri 4 Banjarmasin, sejumlah siswi tampak shock dan menangis karena tidak lulus. Ada yang menangis di pelukan orangtuanya, adapula yang sesenggukan sambil dipeluk temannya.
Tampak pula pemandangan cukup memilukan, dimana dua orang siswi menangis di lantai aula sekolah sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya. Mereka tak perduli dengan orang yang ada di sekitarnya. Berdasar data di SMK Negeri 4 Banjarmasin, terdapat 76 siswa tidak lulus, dari 223 peserta yang mengikuti UAN.
Kesedihan juga dialami siswi SMA PGRI 1 Banjarmasin. Fitri, siswa kelas 3 IPA I tidak bisa menahan airmata ketika mengetahui dirinya tidak lulus untuk bidang studi Matematika dan Bahasa Indonesia. "Saya takut pulang, karena bisa dimarahi orangtua," jelasnya sambil terisak.
Fitri yang diapit temannya, tampak tak dapat membendung air matanya. Berulang kali dia mengusap air mata yang mengalir di pipinya. Dia tak beranjak dari tempatnya berdiri semula di halaman sekolah.
Berbeda dengan rekannya, Ina, yang juga tidak lulus tampak lebih tegar. Ina mengaku tidak terlalu sedih karena masih ada UAN ulangan.
"Santai saja, soalnya masih ada UAN ulangan selain itu masih banyak teman yang tidak lulus," jelasnya sambil tersenyum. Dirinya mengaku soal yang keluar saat ujian sangat sulit. Dia mengaku sudah belajar dengan maksimal, baik di sekolah maupun di rumah, namun hasilnya mengecewakan.
Ina tampak penasaran karena nilai matematikanya hanya mencapai 4,00, sehingga tidak lulus. "Cuma kurang 0,1, masak gak lulus gimana itu?" ucapnya setengah bertanya. Angka kelulusan di SMA PGRI 1 Banjarmasin sendiri, mencapai 46,3 persen, atau hanya 57 dari 123 siswa yang ikut UAN di sekolah tersebut.
Arak-Arakan
Suasana kontras terjadi pada siswa-siswa yang dinyatakan lulus UAN. Mereka yang lulus melakukan aksi coret-mencoret seragam dan arak-arakan menggunakan sepeda motor.
Sambil membunyikan klakson, ratusan siswa berseragam penuh coretan spidol, melakukan arak-arakan hingga memadati arus Jalan KH Hasan Basri dan Jalan Sultan Adam Banjarmasin.
Di sekolah lain, SMA KORPRI Banjarmasin, kelulusan dirayakan secara unik. Pasalnya, di sekolah itu sekaligus digelar acara perpisahan dengan cara siraman. Semua siswa kelas 3 disiram dengan air kembang setaman tujuh rupa, yang sudah menjadi kebiasaan SMA tersebut menyambut kelulusan siswanya.
Sebelumnya siswa, secara bersamaan mengucapkan ikrar bersama yang diringi lagu syukur. Dilanjutkan, dengan pengalungan medali alumnus kepada semua siswa kelas 3 oleh Sekda Prop Kalsel Ismed Ahmad.
Sementara di SMA Negeri 1 Marabahan, para siswa tampak bergembira setelah diumumkan 100 persen siswanya, atau 174 orang dinyatakan lulus UAN.
Kepala SMAN 1, M Syadikin SPd menjelaskan, jauh sebelum pelaksanaan UAN dilaksanakan, pihaknya sudah memberikan pelajaran tambahan yang cukup padat kepada anak didiknya.
Pihaknya juga mengambil contoh-contoh soal dari internet dan dibagikan kepada murid-muridnya. "Kebetulan SMAN 1 Marabahan memiliki program internet," paparnya.
Kadiknas Batola Drs Zualfie juga bersyukur daerahnya termasuk yang tertinggi perihal kelulusan se-Kalsel. "Untuk tingkat ketidaklulusan, di Batola hanya 1,8 persen," papar Zualfie seraya menuturkan mereka belum mentotal siswa yang tidak lulus ujian.
Batola, katanya, patut bersyukur atas keberhasilan tersebut. Sebab, saat uji coba lalu, kelulusan hanya sekitar 10 persen. "Kami akan terus berupaya mempertahankan prestasi ini." dwi/m1